This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 17 Februari 2022

Senkom SAR

*Bagaimana Cara Tim SAR Menemukan Korban Hilang di Gunung*
_Oleh: EDI ERMAWAN/Rama 6.2/Deputi Penanganan Kebencanan PP.Senkom Mitra Pusat_
*Sesuai isi pasal 8 dan 9 UU No 29 tahun 2014*
Operasi SAR pada umumnya dikoordinir oleh Basarnas (Badan SAR Nasional). 
Basarnas juga melakukan pengawasan terhadap seluruh unsur dan potensi SAR yang terlibat di dalamnya (mis TNI , Polri, BPBD,SENKOM MITRA POLRI, PMI,Tagana, Relawan Rescuer, Pramuka dan semua organisasi / instansi yang memiliki potensi melakukan SAR yang terjun ke lapangan pada saat melakukan pencarian) dan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan terhadap unsur/potensi SAR 

SAR (Search And Rescue) merupakan kegiatan dan usaha mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah-musibah seperti pelayaran, penerbangan, dan bencana lainnya.

Tim Search And Rescue merupakan organisasi yang anggotanya memiliki tugas masing-masing, diantaranya ada SC yang merupakan Pejabat pemerintah yang mempunyai wewenang dalam penyediaan fasilitas. Lalu, ada SMC yang merupakan orang yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan tinggi dalam menentukan area pencarian, strategi pencarian (berapa unit, teknik dan fasilitas), OSC dan juga SRU (Search Rescue Unit) yang bertugas di lapangan.

*Gugus Tugas Operasi SAR*
-- SC (SAR Coordinator) biasanya dari pihak pemerintah yang mempunyai wewenang dalam penyediaan fasilitas
-- SMC (SAR Mission Coordinator) merupakan orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan tinggi dalam menentukan area pencarian serta strategi pencarian (berapa unit, teknik dan fasilitas)
-- OSC (On Scene Commander) serta SRU (Search Rescue Unit) yang bertugas di lapangan.

*Tahapan Operasi SAR di Gunung*
Tim SAR biasa menggunakan ESAR (Explore Search And Rescue) dengan tahapan sebagai berikut :

*1. Tahap Awal (Preliminary Mode)*

Pada tahap ini, Tim pencari akan mengumpulkan informasi-informasi awal, melakukan perencanaan pencarian awal, perhitungan-perhitungan, mengkoordinasikan regu pencari, memebentuk pos pengendali perencanaan, mencari identitas subjek, perencanaan operasi dan evakuasi.

*2. Tahap Pemagaran (Confinement Mode)*

Dalam tahap ini, Tim akan memantapkan garis batas untuk mengurung orang yang dinyatakan atau dikhawatirkan hilang agar berada di dalam areal pencarian.

*3. Tahap Pengenalan (Detection Mode)*

Ditahap ini, Tim akan melakukan pemeriksaan ke tempat yang dicurigai menjadi titik hilang korban. Apabila dirasa perlu, dilakukan pencarian dengan cara menyapu (sweep searches). Lalu, dilakukan pemeriksaan terhadap tempat-tempat yang diketemukan tanda-tanda atau barang-barang yang ditinggalkan oleh korban.

*4. Tahap Pelacakan (Tracking Mode)*

Pada tahap selanjutnya adalah mengikuti dan melacak jejak yang ditinggalkan oleh korban yang hilang, bisa saja barang-barang yang mungkin tercecer.

Pelacakan ini dilakukan oleh orang-orang yang memiliki pengalaman dan kemampuan melacak yang tinggi, jadi tidak sembarangan. Tim harus bisa membaca jejak, medan peta kompas, mengerti maksud dan tujuan korban, makna dari benda-benda yang terjatuh dan sengaja ditinggal korban atau dengan menggunakan anjing pelacak.

*5. Tahap Evakuasi (Evacuation Mode)*

Tahapan selanjutnya ketika korban telah ditemukan adalah dengan memberikan pertolongan pertama dan membawa survivor ke titik penyerahan untuk perawatan lebih lanjut. Hal penting yang biasanya dilakukan oleh Tim SAR saat menemukan korban harus berdasarkan 2 kriteria. Korban ditemukan dalam keadaan hidup atau dalam keadaan meninggal.

Banyak pantangan yang harus dihindari oleh Tim SAR ketika menemukan korban dalam keadaan meninggal, seperti tidak boleh merubah posisi korban sebelum ada perintah dari SMC

*Berapa lama SAR dilakukan?*

Operasi SAR diselenggarakan paling lama 7 (tujuh) hari semenjak SMC ditunjuk oleh Kepala Badan SAR Nasional untuk melakukan pencarian. Namun, kemungkinan untuk penutupan bisa saja lebih cepat, atau bisa diperpanjang, dengan berbagai pertimbangan.

Penutupan penyelenggaraan operasi SAR dilakukan lebih cepat misal karena korban telah ditemukan dan atau diselamatkan. Dan juga hasil evaluasi SMC secara komprehensif tentang efektivitas penyelenggaraan operasi SAR telah maksimal dan rasional untuk ditutup.

Penyelenggaraan operasi SAR dapat diperpanjang apabila berdasarkan evaluasi SMC terhadap perkembangan penyelenggaran operasi SAR ditemukan tanda-tanda kehidupan atau keberadaan korban. Adapun karena adanya permintaan dari pihak keluarga atau pemerintah setempat. Dalam hal ini, biaya penyelenggaraan operasi SAR akan dibebankan kepada pihak yang meminta.

*Berapa Orang anggota Tim SAR yang diterjunkan ketika mencari pendaki yang hilang?*

Banyaknya anggota Tim yang ikut dalam proses pencarian bergantung pada kondisi dan situasi, namun biasanya tidak terlalu banyak hingga puluhan orang. Tim dibentuk dengan diisi oleh orang-orang yang tahu harus melakukan tugas apa dalam kelompok pencarian, dengan kata lain tiap anggota memiliki jobdesk tersendiri. Setidaknya harus ada 3-6 orang yang hadir untuk bisa membuat kemungkinan sukses sebuah pencarian meningkat.

Pencarianpun tidak bisa sembarangan. Ada teknik-teknik yang telah dikuasai oleh anggota Tim agar tidak berujung pada anggota Tim yang lain malah ikut di-SAR saat melakukan proses pencarian.

_*Tim SRU harus memiliki kemampuan membaca kompas, membaca peta, melakukan pertolongan pertama, dan materi survival lainnya.*_

Pada umumnya personal dari Basarnas (rescuer dari Basarnas yang turun) bertindak sebagai Komandan regu (Danru) dari tim tim kecil / SRU (Search Rescue Unit) yang melakukan pencarian, dengan komando dari OSC ( On Scene Commander) sebagai komandan di lapangan yang biasanya di posko lapangan / Pos aju dan selalu melakukan koordinasi dengan SMC dan SC (dalam operasi skala besar).

Mas Edy Ermawan

Rabu, 09 Februari 2022

Cuma Sebentar Masa itu

CUMA SEBENTAR JANGAN DI SIA-SIA KAN

1. Masa Intim

Masa Intim adalah ketika anak berusia 0-8 tahun. Masa dimana anak menempel terus kepada ortu. Masa manja-manjanya seorang anak, sehingga ia tidak sungkan dipeluk dan memeluk ortunya. Inginnya kemana-mana bersama orang tuanya dan sangat mudah untuk diajak ikut oleh orang tuanya.

2. Masa Kritis

Masa Kritis adalah ketika anak berusia 9-13 tahun. Masa dimana anak sudah masuk sekolah dasar dan mulai sibuk dengan lingkungan sekolah dan teman-teman seusianya.

Di masa kritis ini, anak mulai belajar dari banyak sumber, termasuk dari guru dan teman-temannya. Ia juga mulai membandingkan perlakuan orang tuanya dengan perlakuan orang tua dari temannya.

Dari sumber belajar yang beragam tadi, seorang anak di masa ini mulai bersikap kritis terhadap pendapat orang tuanya. Lalu bertanya dan membantah, sehingga muncul perbedaan pendapat dengan ortunya.

Di masa ini juga mulai muncul perasaan tidak puas, kecewa atau sakit hati terhadap perlakuan orang tuanya yang tidak sejalan dengan keinginannya. Lalu memorinya menyimpan hal tersebut, sehingga ia mulai menjaga jarak kepada orang tuanya.

Di masa ini hati hati bersikap dengan anak ya mak. Jangan sampe masa kritis ini membuat jarak kita sebagai ortu ke anak.
 
3. Masa Sibuk

Masa sibuk adalah ketika anak berusia 14-23 tahun. Ini masa dimana anak sudah sibuk dengan kegiatan sekolah di SMP, SMA dan perguruan tinggi.

Pergaulan mereka juga biasanya makin luas, sehingga waktu bersama orang tuanya makin terbatas. Apalagi jika anak di sekolahkan di pesantren atau kuliah di lain kota.
 Bagaimana bahasa tubuh mereka ketika dipeluk? Sudah mulai susah dan malu untuk dipeluk. Apalagi jika dipeluknya di tempat umum. Anak lelaki apalagi makin susah untuk diajak berpelukan oleh ayah ibunya.
Keadaan menjadi berbalik. Dulu anak yang inginnya nempel terus kepada orang tuanya. Di fase sibuk ini, ortu yang inginnya nempel dengan anaknya. 

Bagi seorang ayah, ia ingin menggunakan waktunya yang sedikit (quality time) di tengah karirnya yang sedang menanjak untuk "bermesraan" dengan anaknya, tapi ternyata anaknya udah ogah. Patah hati deh orang tuanya....hadeuhh..

4. Fase mandiri

Masa Mandiri adalah masa di mana anak berusia 23 tahun ke atas atau masa anak sudah bekerja atau menikah. Inilah masa anak sudah seharusnya mandiri dan kita sebagai ortu harus siap mental menghadapinya.
Masa yang paling membahagiakan bagi orangtua dan anak adalah di fase intim. 

maka dari itu jangan sia-siakan masa intim tersebut. Ia adalah golden moment, sekaligus golden age. Punyalah waktu untuk anak ketika mereka kecil, sebelum mereka tidak mempunyai waktu untuk kita.

Yang abadi hanyalah doa. Doa yang dipanjatkan orang tua kepada anaknya. Dan doa yang dipanjatkan anak yang sholih kepada orang tuanya. Doa itulah yang menyambung kembali kebersamaan anak dengan orang tuanya. Nanti di akhirat kelak.

 “(yaitu) surga ‘Dan yang mereka masuk ke dalamnya bersama orang-orang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya” (QS. Ar-Ra‘du ayat 23)..

Yuk bikin setiap waktu berharga buat anak, buat kenangan indah bersama mereka.
#repost
Sukma Yusma

Sabtu, 22 Januari 2022

Ibukota Nusantara


Nama Ibu Kota Negara Nusantara Ternyata Punya Relasi Sejarah Lokal di Kaltim

https://www.facebook.com/100000402012195/posts/4857732617583424/

    Sejarawan lokal Kaltim, Muhammad Sarip mengatakan nama “Nusantara” punya relasi dan relevansi dengan sejarah lokal Kaltim.

   Dia menjelaskan, nama Nusantara sebenarnya merupakan toponimi wilayah di timur Kalimantan sebelum dicetuskannya nama Kutai.

   Nama Kutai sendiri, kata dia dicetuskan oleh Aji Batara Agung Dewa Sakti pada pengujung abad ke-13 Masehi.

   Cetusan nama Kutai sekaligus menjadi nama Kerajaan Kutai Kertanegara yang berpusat di Jaitan Layar, kini bernama Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara.

   "Saya menemukan dokumentasi yang menyatakan bahwa Nusantara adalah nama wilayah sebelum bernama Kutai dari riset Solco Walle Tromp yang terbit 1888. Ilmuwan Belanda yang pernah menjabat Asisten Residen Oost Borneo ini termasuk orang yang meneliti manuskrip Salasilah Kutai," ungkap Sarip melalui keterangan tertulis yang dikirim kepada Kompas.com di Samarinda.

   Dalam risetnya, lanjut Sarip, Tromp menulis bahwa menurut tradisi lisan setempat, sebelum Kutai menjadi nama kerajaan, kala itu wilayahnya menyandang nama Nusentara.

  Teks asli versi Tromp dalam bukunya yang berjudul Uit de Salasila van Koetei menyebutkan nama yang adalah “Noesëntara”.

   Tak hanya itu, kata Sarip ilmuwan lainnya, SC Knappert, memublikasikan penelitiannya tentang Kutai pada 1905.

   Dalam makalahnya berjudul Beschrijving Van De Onderafdeeling Koetei, Knappert juga menulis bahwa menurut cerita penduduk asli, dulu daerah Kutai disebut Nusantara.

   "Jadi, dalam konteks apresiasi terhadap khazanah kearifan lokal dalam rencana pemindahan IKN, sebenarnya penamaan Nusantara cukup representatif bagi komunitas lokal Kaltim. Opini saya ini khusus terkait aspek sejarah atau historis, di luar konteks politik dan hukum yang bukan domain kompetensi saya," pungkas pria yang pernah menerima Sertifikat Kompetensi Bidang Sejarah dari Kemdikbud-BNSP ini.

Sumber: Kompas.com